Senin, 16 Maret 2015

Cara Mengatur Settingan pada Samba Server

1.Pertama jika muncul tampilan disconnect seperti ini berarti samba server anda sudah bisa gunakan.
 2.Ketikkan perintah seperti gambar di atas untuk masuk ke dalam settingan Samba Server
3.Anda cari settingan bernama Global Settings dalam perintah "nano /etc/samba/smb.conf"
jika anda mau mengubah workgroup anda,maka anda bisa ubah di bagian workgroup =
" WORKGROUP".
 
4.Tambahkan password dengan menggunakan perintah di atas,maka anda pun bisa membuat password pada samba server.
5.Ctrl+Alt,lalu masuk ke dalam settingan windows,klik seperti gambar di atas
6.Masuk pada bagian "Network and Internet".
7.Cari ada yang bernama VMWare Network Adapter VMNet1,kemudian klik "enable".
8.Cari bagian (TCP/IPv4),kemudian klik properties.
9.Pilih Use the following IP address
Isi boleh sesuai dengan settingan di atas boleh bebas,dan klik Use the following DNS server addresses : pakai ip anda.
10.Buka "CMD" ketikkan perimtah ping seperti contoh di atas.
11.Lalu buka Run ketikkan IP Anda.
12.Lalu ketikkan username anda dan ketikkan password yang anda buat dengan perintah smbpasswd -a
13.Maka akan muncul tampilan seperti ini setelah masuk.
14.lalu masuk ke VMWare dan ketikkan perintah seperti di atas kembali.
15.Cari bagian Share Definitions

16.lalu ubah di bagian Share Definitons
[homes] 
       comment = Home Directories
       browseable = yes
(dari perintah no ganti jadi yes).
17.Ketikkan perintah seperti di atas untuk merestart Samba Server
18. Ketik run dan akan tampil seperti di atas.
19.Lalu ketikkan perintah seperti di atas.
20.Maka akan tampil seperti di atas.
21.Untuk mengetes apakah file  bisa masuk ketikkan perintah di atas.
22.Maka muncul tampilan seperti di atas
(Isi boleh bebas).
23.Ketikkan perintah run,lalu pilih pada bagian homes.
24.Maka akan tampil file test di dalam folder direktori homes.
25.Masuk kembali ke VMWare dengan perintah nano /etc/samba/smb.conf
lalu cari pada bagian Share Definitions
seperti contoh di atas
create mask = 777
directory mask = 777
untuk membuka hak akses sepenuhnya kepada user.
26.Lalu restart dengan perintah di atas.
27.Coba buka Run,lalu buka pada bagian nama user maka akan tercopy file yang sama yaitu file "test.txt".











 






















Rabu, 10 Desember 2014

Tugas 3 (Setting DHCP & WEB)

1.pertama install sebuah dhcp server menggunakan perintah 
apt-get install dhcp3-server


2.setelah itu,ketikkan nano /etc/dhcp/dhcp.conf
scroll ke bawah sampai anda menemukan perintah #A Slightly
anda menemukan perintah #A slightly biarkan tanda pagar pada A slightly tetap ada
perintah di bawah A slightly hilangkan tanda pagar dari #subnet sampai dengan
perintah pagar di bawah max-lease-time 7200;
hilangkan semua tanda pagar yang ada.
Atur subnetnya menjadi range 192.168.0.0 netmask ganti menjadi 255.255.255.0 {
range ganti menjadi 192.168.10.26 ganti juga ip di sampingnya menjadi 192.168.10.30;
option domain-name-servers ganti menjadi 192.168.10.1;
option domain-name ganti jadi "gembira,net";
option routers 192.168.10.1; sama dengan option domain-name-servers
option broadcast-address 192.168.10.255;


3,ketik nano  /etc/network/interfaces
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.0.9
netmask 255.255.255.0
network 192.168.10.0
broadcast 192.168.10.255
gateway 192.168.10.9


4.setelah itu ketik nano /etc/default/isc-dhcp-server 
lalu ubah INTERFACES="eth0"


5.ketik kan perintah /etc/init.d/networking restart
untuk networking restart
lalu setelah itu, /etc/init.d/isc-dhcp-server restart 
lalu muncul Starting ISC DHCP server: dhcpd. sebanyak 2x


6.setelah itu check di debian dengan perintah ifconfig


7.buka network and sharing center,setelah itu klik change adapter settings 

8.setelah itu disable wireless network connection 
enable kan VMWare VMnet1

klik pada Internet Protocol Version 4(TCP/IPv4)
klik properties


9.lalu dari obtain an IP address automaticlly 
ganti jadi use the following IP address:
IP address: 192.168.10.2
Subnet mask: 255.255.255.0
Default gateway: 192.168.0.1
di bawahnya juga ubah dari Obtain DNS server address automaticlly menjadi
Use the following DNS server addresses:
Preffered DNS server: isikan ip 192,168.10,1 klik ok


10.Setelah itu keluar dari properties lalu klik kanan pada VMnet1 lalu buka status 
detail 

11.Lalu IPv4 Address 192.168.10.2
maka berhasil



12.lalu check di CMD 
ping 192.168.10.1
jika muncul Reply from 192.168.10.1 with 32 bytes of data:
Reply from 192.168.10.1:
maka ping berhasil


13.Check kembali di CMD dengan perintah ipconfig agar memastikan lagi ip bisa benar2 terhubung


14.setelah itu buka virtual network editor hilangkan centang pada use local DHCP 
dan pada Subnet IP: ketikkan ip 192.168.10.0 setelah itu Apply maka settingan sudah selesai.







Selasa, 14 Oktober 2014

Melakukan Settingan 2 DNS

Hi teman-teman semuanya apa kabar,kali ini saya mau memperlihatkan melalui screenshot saya bagaimana cara melakukan setting 2 dns yang benar ikuti saya iya

1.ketikkan nano /etc/hosts
127.0.0.1 localhost adalah ip default dari debian
kita ubah ip kita menjadi 192.168.1.1 spasi beri jarak dan ketikkan dns.smk-imm.sch.id dns
tambahkan ip yang lain 192.168.1.2 beri jarak ketikkan dns.tkj-imm.sch.id dns
perintah-perintah lainnya jangan di ganggu gugat
2.Setelah itu ketikkan nano /etc/resolv.conf
maka akan muncul tampilan berikut
ada tulisan search smk-imm.sch.id
nameserver 192.168.2.1
lalu tambahkan di bawahnya
search tkj-imm.sch.id
nameserver 192.168.2.2
3.Ketikkan cd /etc/bind

4.Ketikkan perintah nano named.conf.default-zones
setelah masuk Ctrl+K
dari zone "localhost" {
sampai 
zone "0.in-addr.arpa" {
type master;
file "etc/bind/db.o";
{;
kemudian Ctrl U
scroll ke bawah
5.Ganti zone"local" {
menjadi "smk-imm.sch.id" {
type master;
file "etc/bind/db ganti jadi db.imm";
di bawahnya
zone "......." {
ganti jadi zone "tkj-imm.sch.id" {
type master;
file "/etc/bind/ ....
ganti jadi 
"/etc/bind/db.tkj";
di bawahnya
zone "............"; {
ganti
zone "2.168.192.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.....";
ganti jadi "etc/bind/db.192";

6.ketikkan nano /etc/network/interfaces
lalu setelah muncul tampilan seperti ini
Ctrl + K dari auto eth0 sampai broadcast
lalu scroll ke bawah
7.Setelah itu Ctrl + U
dan dibelakang auto eth0 tambahkan :0 untuk menandakan ip virtual
address ganti dari 192.168.2.1
ganti jadi 192.168.2.2
yang lainnya tidak usah dirubah
karena sama
8.Ketikkan /etc/init.d/networking restart
9.Saya ketikkan perintah ifconfig untuk melihat apakah ada ip yang belum diubah

10.Ketikkan cp db.local db.imm
ketikkan cp db.192 db.tkj
11.Ketikkan nano db,imm
lalu ganti @ IN SOA ......root........... . {
smk-imm.sch,id. root.smk-imm.sch.id. {
ganti @ IN NS  smk-imm.sch.id.
@ IN A smk-imm.sch.id.
@ IN CNAME www.smk-imm.sch.id
12.Setelah tu ketikkan /etc/init.d/bind9 restart
setelah itu ketikkan nslookup
kali ini saya menampilkan ip 192.168.2.1
dan setelah itu ketikkan ip 192.168.2.2